Mengapa Disebut ‘Arafah ?

Dalam diskursus manasik haji, Arafah sering direduksi menjadi sekadar lokasi geografis atau pos ritual belaka. Padahal, penamaan tempat suci ini tidak bersifat arbitrer. Dalam tradisi keilmuan Islam, nama-nama syiar agama sarat dengan muatan linguistik, historis, dan teologis. Pertanyaan mendasar yang perlu dikaji secara akademis adalah: mengapa tempat ini dinamakan ʿArafah? Apakah sekadar penanda topografi, atau …

Continue reading →

Anak Muda yang Menggendong Ibunya Pergi Haji

Matahari Yaman membakar padang tandus. Di sebuah gubuk kecil, seorang pemuda berwajah teduh duduk menunduk di hadapan ibunya yang terbaring lemah. Namanya Uwais bin Amir, seorang penggembala kambing yang pakaiannya sederhana, tapi hatinya seluas langit. Sore itu, sang ibu berbisik lirih, suaranya bergetar menahan rindu yang sudah puluhan tahun dipendam.“Anakku… Ibu ingin sekali melihat Ka’bah. …

Continue reading →

Ketika Makkah Hanya Diingat sebagai Destinasi Wisata

Pernahkah Anda bertanya kepada seseorang yang baru pulang dari Tanah Suci: “Bagaimana kesan Anda menunaikan haji atau umrah?” Umumnya, jawaban yang mengalir bukan tentang ketenangan hati atau air mata di depan Ka’bah, melainkan soal perjalanan dari bandara ke Jeddah, keluh kesah tentang petugas yang kurang responsif, atau jarak hotel ke Masjidil Haram yang terasa jauh. …

Continue reading →