Tapi Makkah tidak hanya tentang kewajiban. Jika hanya kewajiban, orang akan berangkat dengan berat hati, seperti membayar utang. Tapi kenyataannya, banyak orang justru menangis ketika pertama kali melihat Ka’bah. Banyak yang rela mengorbankan tabungan puluhan tahun hanya untuk bisa ke sana. Banyak yang pulang, lalu merindukannya seumur hidup.
Itu karena Makkah juga tentang kerinduan.
Ada sesuatu yang misterius tentang kerinduan pada Baitullah. Orang yang belum pernah ke sana bisa merindukannya. Orang yang sudah pulang bisa terus merindukannya. Bahkan para ulama salaf dulu menangis ketika membayangkan Ka’bah, padahal mereka tinggal ribuan kilometer jauhnya.
Ibnu Rajab Al-Hanbali menulis dalam Latha’if Al-Ma’arif:
“Hatiku selalu merindukan Makkah. Jika aku sedang susah, aku teringat Makkah. Jika aku sedang senang, aku teringat Makkah. Makkah adalah rumah pertama yang mengajarkanku tentang cinta.”
Apa yang dirindukan? Bukan gedung-gedungnya. Bukan mal-malnya. Bukan bahkan aroma kasturi di Masjidil Haram. Yang dirindukan adalah kehadiran. Perasaan bahwa di sanalah kita paling dekat dengan Allah. Bahwa di sanalah doa mustajab. Bahwa di sanalah dosa-dosa berguguran seperti dedaunan kering.
Rasulullah ﷺ bersabda tentang keutamaan shalat di Masjidil Haram:
“Satu shalat di Masjidku ini (Madinah) lebih baik dari pada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan satu shalat di Masjidil Haram lebih baik dari pada seratus ribu shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
Seratus ribu kali lipat. Angka yang sulit dibayangkan. Tapi di balik angka itu ada pesan: tempat ini istimewa. Bukan karena bangunannya, tapi karena berkah yang Allah letakkan di sana.
Kerinduan inilah yang membuat para jemaah umroh rela berdesak-desakan, rela kepanasan, rela kelelahan. Kerinduan inilah yang membuat seorang nenek-nenek terbata-bata membaca doa di Multazam. Kerinduan inilah yang membuat air mata mengalir tanpa diminta.
Paris mungkin membuat bahagia. Tapi Makkah membuat rindu. Dan rindu, jika rindu itu kepada Allah, adalah bentuk ibadah yang paling indah.