Makkah Bukan Sekadar Kota Biasa

Bagi seorang Muslim, Makkah bukanlah kota wisata biasa. Ia adalah pusat gravitasi spiritual dunia. Ia adalah titik di mana setiap Muslim, di mana pun berada, menghadapkan wajahnya lima kali sehari dalam shalat. Ia adalah tujuan akhir dari perjalanan panjang yang disebut haji—rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi yang mampu.

Secara fisik, Makkah adalah kota di lembah gersang yang dikelilingi pegunungan. Udara panasnya bisa mencapai 50 derajat Celsius di musim panas. Tidak ada sungai yang mengalir. Tidak ada pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Bahkan banyak orang Indonesia yang mengeluh: “Paneeess bingiiit!” atau “Makanannya nggak seenak di rumah.”

Tapi jutaan orang tetap datang setiap tahun. Bukan karena fasilitasnya—meski sekarang fasilitas di Makkah sudah sangat modern. Bukan pula karena kulinernya—meski ada beberapa hidangan khas yang menarik. Mereka datang karena satu alasan sederhana: di sanalah Rumah Allah berada.

Ka’bah, bangunan sederhana berbentuk kubus yang ditutup kain hitam, adalah pusat dari segalanya. Ia tidak indah secara arsitektural seperti Katedral Notre-Dame di Paris atau menawan seperti Menara Eiffel. Tapi ia memiliki daya tarik yang tak tertandingi: ia adalah rumah yang dibangun Nabi Ibrahim dan Ismail atas perintah Allah, tempat di mana miliaran doa terangkat setiap detiknya.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, adalah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”(QS. Ali Imran: 96)

Makkah adalah kota yang tidak pernah tidur. Thawaf mengelilingi Ka’bah berlangsung 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sepanjang tahun. Suara lantunan doa dalam berbagai bahasa bercampur menjadi satu samudra yang tak terlukiskan. Di sanalah, untuk pertama kalinya mungkin dalam hidup, kita merasakan apa artinya menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri. Bagaimana pengalaman anda ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *