Kondisi alam yang tandus memaksa penduduk Makkah untuk menjadi pedagang ulung .

Perdagangan Internasional: Mata pencaharian utama adalah berdagang. Para pedagang Quraisy mengorganisir kafilah dagang besar ke Utara (Syam, sekarang Suriah/Yordania) di musim panas dan ke Selatan (Yaman) di musim dingin . Mereka juga menjadi perantara perdagangan antara Kekaisaran Romawi di barat, serta wilayah Afrika dan Asia (India, bahkan China) . Barang-barang seperti rempah, wangi-wangian, sutra, dan kulit diperdagangkan di pasar-pasar lokal seperti Pasar Ukaz yang terkenal .

Sistem Kabilah: Masyarakat terorganisir dalam sistem kabilah (kesukuan) yang sangat kuat, dipimpin oleh seorang syekh . Solidaritas kelompok (asabiyah) adalah segalanya. Sering terjadi peperangan antar suku untuk memperebutkan sumber daya, pengaruh, dan kekuasaan .

Kehidupan Sosial dan Kepercayaan: Sebelum Islam, masyarakat Makkah berada dalam masa yang disebut Jahiliyah. Secara sosial, ada kesenjangan, wanita dipandang rendah, dan praktik riba merajalela . Dari segi kepercayaan, mayoritas adalah penyembah berhala (Watsani), di mana ratusan patung ditempatkan di sekitar Ka’bah . Namun, ada pula segelintir orang yang mencari ajaran tauhid, mengikuti sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim, yang disebut Hunafa . Di antara mereka adalah Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *