Secara global, Paris adalah destinasi wisata nomor satu di dunia. Data dari Forbes melalui Go2Afrika merilis bahwa pada tahun 2024, Prancis dikunjungi oleh 100 JUTA wisatawan asing. Bayangkan, 100 juta orang dari seluruh dunia berbondong-bondong ke satu negara dalam setahun. Itu lebih dari separuh populasi Indonesia! Disusul Spanyol (94 juta) dan Amerika Serikat (72,4 juta)
Jika kita melihat tren wisata murni, Eropa—khususnya Paris—tetap menjadi primadona yang tak tergantikan. Meski data kuantitatif perbandingan langsung “berapa banyak WNI ke Paris vs Makkah” tidak tersedia, tapi kita bisa membaca dari beberapa indikator:
Pertama, Prancis secara konsisten menjadi negara paling banyak dikunjungi turis di dunia . Menjadi bagian dari 100 juta orang yang berkunjung ke Prancis adalah sebuah prestise tersendiri yang diidamkan banyak orang, termasuk generasi muda Indonesia.
Kedua, konten media sosial tentang liburan Eropa jauh lebih dominan dan viral dibanding konten umroh. Coba scroll TikTok atau Instagram-mu. Berapa banyak konten “One Day in Paris” dengan aesthetic Eropa yang muncul? Bandingkan dengan konten umroh yang biasanya lebih hening dan khusyuk, jarang yang dibuat dengan gaya “flexing”.
Ketiga, budaya self-reward yang berkembang di kalangan muda lebih sering diwujudkan dalam bentuk “tiket ke Eropa” daripada “tiket umroh”. Umroh masih dianggap sebagai ibadah yang sakral, sementara liburan ke Eropa adalah pencapaian pribadi yang layak dirayakan dan dipamerkan.