Deskripsi
Masalah yang Diangkat (Pain Point)
Banyak orang mencapai usia senja dengan:
- Hidup yang terlihat baik-baik saja
- Rutinitas yang tertata
- Tanggung jawab yang telah ditunaikan
Namun diam-diam bertanya:
“Apakah ini sudah cukup?”
“Apakah hidupku sungguh bermakna?”
“Jika semua ini berakhir hari ini, apa yang benar-benar kubawa?”
Buku ini lahir dari pertanyaan-pertanyaan itu.
Terlahir Kembali di Masjidil Haram bukan buku perjalanan biasa.
Ini adalah catatan batin tentang:
- Krisis eksistensial di usia senja
- Rutinitas masa pensiun yang terasa tenang namun hampa
- Kegelisahan spiritual yang tak lagi bisa diabaikan
- Panggilan halus untuk pulang
- Perjumpaan yang mengubah arah hidup
Di pelataran Masjidil Haram, di tengah jutaan manusia, penulis justru menemukan kesunyian yang paling jujur—tempat di mana ego runtuh, doa menjadi lebih sederhana, dan hidup dilihat dengan cara yang baru.
Ini bukan kisah tentang kesempurnaan iman.
Ini kisah tentang keberanian untuk mengakui kekosongan.
💡 Tersedia dalam format digital (e-book). Enak dibaca di HP, Laptop, dan Tab.
📦 Pesan sekarang !






Ulasan
Belum ada ulasan.