Deskripsi
Buku ini bukan panduan ibadah umrah atau catatan wisata religi. Ia adalah refleksi hidup: tentang bagaimana niat diuji, keterbatasan diterima, dan ibadah dijalani dengan kesadaran yang jujur. Di dalamnya, pembaca akan menemukan:
- Kisah rumah tangga yang sederhana namun penuh makna
- Pergulatan antara keraguan dan tawakal
- Persiapan mental, fisik, dan ruhani menuju Makkah
- Pengalaman Ramadhan di Tanah Suci yang membumi
- Ujian menjaga iman setelah kembali ke rumah
✔ Ditulis dengan bahasa reflektif, tenang, dan tidak menggurui
✔ Berangkat dari pengalaman nyata, bukan kisah ideal
✔ Relevan bagi pembaca usia dewasa dan keluarga
✔ Cocok dibaca perlahan, terutama menjelang atau selama Ramadhan
Buku ini tidak menjanjikan keajaiban instan. Ia mengajak pembaca untuk jujur pada diri sendiri dan setia pada proses.
UNTUK SIAPA BUKU INI?
- Pasangan suami istri yang sedang menua bersama
- Mereka yang memendam rindu ke Tanah Suci
- Pembaca yang mencari bacaan reflektif dan menenangkan
- Siapa pun yang ingin memaknai ibadah secara lebih manusiawi
APA YANG AKAN ANDA RASAKAN?
Pengalaman membaca buku ini akan diperoleh rasa:
- Tenang
- Relatable
- Menyentuh tanpa berlebihan
- Mengajak merenung, bukan menghakimi
Buku ini seperti teman duduk di sore hari—tidak banyak bicara, tetapi membuat hati lebih lapang.
TENTANG PENULIS
Penulis adalah seorang suami, ayah, dan pejalan sunyi yang memilih menuliskan perjalanan batin apa adanya. Buku ini lahir bukan untuk menggurui, melainkan untuk berbagi tentang bagaimana cinta dan iman bisa berjalan bersama, pelan namun pasti.
DAPATKAN BUKUNYA
Jika Anda sedang mencari bacaan yang menenangkan, jujur, dan relevan dengan kehidupan nyata, Istriku Ingin Puasa Ramadhan di Makkah adalah teman perjalanan yang tepat. Sebuah kisah tentang Makkah—bukan hanya sebagai tempat, tetapi sebagai keadaan hati
Tersedia dalam format digital (e-book). Enak dibaca di HP, Laptop, dan Tab. Pesan sekarang !






Ulasan
Belum ada ulasan.