Rp70.000

Apakah mungkin seseorang terlahir kembali ?

Di usia ketika hidup mulai dihitung bukan dari ambisi, melainkan dari sisa waktu, seorang hamba menemukan panggilan untuk pulang. Bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, tetapi perjalanan menuju pusat dirinya yang paling jujur. Sebuah refleksi mendalam tentang krisis makna, kegelisahan di masa pensiun, dan perjumpaan batin di Masjidil Haram yang mengubah cara memandang hidup—dan akhir kehidupan.

SKU: 116 Kategori:

Deskripsi

Masalah yang Diangkat (Pain Point)

Banyak orang mencapai usia senja dengan:

  • Hidup yang terlihat baik-baik saja
  • Rutinitas yang tertata
  • Tanggung jawab yang telah ditunaikan

Namun diam-diam bertanya:

Apakah ini sudah cukup?”
“Apakah hidupku sungguh bermakna?”
“Jika semua ini berakhir hari ini, apa yang benar-benar kubawa?”

Buku ini lahir dari pertanyaan-pertanyaan itu.

Terlahir Kembali di Masjidil Haram bukan buku perjalanan biasa.
Ini adalah catatan batin tentang:

  • Krisis eksistensial di usia senja
  • Rutinitas masa pensiun yang terasa tenang namun hampa
  • Kegelisahan spiritual yang tak lagi bisa diabaikan
  • Panggilan halus untuk pulang
  • Perjumpaan yang mengubah arah hidup

Di pelataran Masjidil Haram, di tengah jutaan manusia, penulis justru menemukan kesunyian yang paling jujur—tempat di mana ego runtuh, doa menjadi lebih sederhana, dan hidup dilihat dengan cara yang baru.

Ini bukan kisah tentang kesempurnaan iman.
Ini kisah tentang keberanian untuk mengakui kekosongan.

💡 Tersedia dalam format digital (e-book). Enak dibaca di HP, Laptop, dan Tab.

📦 Pesan sekarang !

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.