1 sale

Rp30.000

Sebuah kisah reflektif tentang rindu yang dipendam bertahun-tahun, doa yang tak pernah berhenti, dan momen sujud yang mengubah cara pandang hidup selamanya. Perjalanan ini mengajarkan bahwa rindu yang tulus tidak pernah sia-sia. Ia mungkin menunggu waktu yang tepat, tetapi ia tidak akan diabaikan.

SKU: 114 Kategori:

Deskripsi

Banyak orang menulis tentang perjalanan haji atau umrah. Namun buku ini tidak berhenti pada cerita perjalanan fisik.

Buku ini adalah:

  • Catatan batin tentang rindu yang tak mudah dijelaskan
  • Refleksi spiritual dari usia, waktu, dan penantian
  • Kisah tentang bagaimana Allah memanggil hamba-Nya dengan cara yang tak terduga
  • Perjalanan yang tidak selesai ketika pesawat mendarat kembali di tanah air

Ini bukan sekadar perjalanan menuju Ka’bah. Melainkan perjalanan menuju diri sendiri.

Dalam Ketika Aku Berjalan Menuju Baitullah, pembaca akan diajak menyusuri:

  • Proses panjang memupuk niat dan kesungguhan
  • Pergulatan batin sebelum keberangkatan
  • Momen pandangan pertama yang meruntuhkan dada
  • Sujud yang dinanti bertahun-tahun
  • Air mata yang tak perlu dijelaskan
  • Rindu yang tak pernah selesai

Setiap bab ditulis dengan gaya reflektif dan kontemplatif, mengajak pembaca bukan hanya membaca, tetapi ikut merasakan.

Nilai yang akan didapatkan dengan membaca buku ini:

📖 Perspektif baru tentang makna perjalanan ibadah
🕊 Kedalaman refleksi yang menenangkan hati
Inspirasi untuk menjaga rindu dan memperkuat iman
🙏 Kesadaran bahwa perjalanan spiritual tidak pernah benar-benar berakhir

💡 Tersedia dalam format digital (e-book). Enak dibaca di HP, Laptop, dan Tab.

📦 Pesan sekarang !

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.